Tadinya sih lagi searching sesuatu di mas gugel , tapi kok ada artikel yang menarik nongol di hasil searching , and it was amazing words - at least for me n i hope for everyone -. Essensi dari kalimat ini begitu kental dan sarat akan pesan yang jelas dan kuat. Mungkin tidak semua manusia mau untuk mengikutinya , tapi
pesan yang diberikan jelas dan tidak dapat digantikan atau di disposisikan oleh alasan apapun..." Polygamy is fundamentally different to monogamy. In a monogamous marriage the man and women both promise to be sexually faithful to each other and to bind themselves to each other alone. However, in a polygamous marriage only the woman is bound to the man and must be sexually faithful to him. The man is free to keep looking for other women. Polygamy completely changes the way a man thinks about women and what it means to be faithful to them...."
Jika kita bicara tentang Humanity atau Kesetaraan , dua hal ini jelas mempunyai result yang berbeda. Entah kita melihat dari aspek apapun , 2 hal ini akan tetap menghasilkan hasil yang berbeda dan dalam esensinya. You can not talk about faithful to your first wives , your second and third and all the wives of yours , but in the other hand you are the spokes man of your local religion community and don't want your daughter to become one for another young man.
Entah kenapa dengan pengertian Polygami dan Monogamy diatas , gw teringat dengan khotbah Dr.Ravi Zacharias. Ada sebuah cerita yang sempat mengejutkan di dataran eropa , dan ini merupakan kejadian nyata. Cerita ini muncul disalah satu surat kabar di eropa. Menceritakan tentang seorang supir bus - yang telah menikah dengan seorang wanita - yang hari-hari nya kalau setiap break week-end selalu mengunjungi tempat brothel - bagi yang bingung adalah tempat "Prostitusi". Dan suatu waktu temannya memberitahu bahwa ada tempat prostitusi baru dan menceritakan tentang seorang perempuan yang dapat melampiaskan nafsu penyewanya dengan sangat sempurna.
Dia begitu semangat dan merencanakan akhir minggu untuk mengunjunginya dan mencari perempuan tersebut. Dia masuk ketempat prostitusi baru itu , dia menunggu wanita pesanannya - yang diceritakan temannya - karena sedang melayani orang lain. Alangkah kagetnya ketika dia masuk ke kamar wanita pesanannya , yang didapatnya adalah istrinya sendiri. Dia begitu marah , murka dan mencekik istrinya sendir hingga hampir tewas jika tidak dibantu oleh orang ditempat tersebuti...
Hal yang sama mungkin akan terjadi jika para istri di ijinkan untuk memiliki banyak suami , tapi statemen ini hanya akan mendukung dari pembenaran karena kesalahan Polygami - yang merupakan product dari manusia yang telah jatuh kedalam dosa - . Tuhan hanya menciptakan ADAM dan HAWA , dan tidak mengikuti wanita2x selanjutnya dalam kehidupan Adam...
Ketika supir bus tersebut menikmati dunianya yang lain yang berkutat pada prostitusi - dan dipertemukan kepada istrinya , yang juga menganut / menikmati / memberikan kepuasan dunia bagi si supir , sang kepala keluarga/si supir menjadi murka dan tidak mau menerimanya dan bahkan ingin membunuhnya....
Apa hubungan dari statement perbedaan Poligamy-Monogamy dengan cerita Supir bus diatas ? Kesetiaan dan Kesucian dalam Kebenaran tidak akan mengalami Kontradiksi jika diperhadapkan. Alasan apapun untuk menjustifikasi pengecualian terhadap suatu aturan , hanya akan membawa "kebenaran" tersebut jauh kedalam lubang kotoran yang terdalam , dengan kata lain kebenaran tersebut hanya menjadi kebenaran yang palsu.
Karena itulah Tuhan memberikan monogamy ( Adam and Eve ) agar standard tertinggi lekat kepada satu pria dan satu wanita dalam Kesetaraan entah itu Gender, Hak dan Kewajiban , Kasih sayang, Kesucian, dan lain lain didalam satu perkawinan yang sakral di hadapan Tuhan. Hal inilah yang seharusnya dilihat oleh penganut Homosexuality dan kaum Existentialist, Humanist, dan Atheist....karena tanpa Tuhan tidak akan ada moral value untuk menjustifikasi / membedakan hal ini didalam dunia.
Salam damai dalam Kristus..